Kamis, 06 Agustus 2020

Perjamuan Putih

Tentang malam tak bertuan yang kau kisahkan di helai pintu
Tak juga tertutup pintu malam itu
Aku ingin mengikat pekat yang merasuk jiwamu
Aku ingin tetap mengecap rasa putih dalam perjamuan dan lukisan kita
Aku ingin memberimu mahkota emas dari buah yang ranum
Aku ingin bibirmu melukis cerita tentang tanah kita
Tentang pagi yang menggeletak di pinggir telaga
Aku ingin memeluk mimpi kita
Aku ingin kau bertualang dalam darahku biar kau temukan pun kau hidup di sana
Aku ingin meletakkan lelah di padang lalu kita menabur benih di ladang bangsa kita
Tentang senja yang tersedu
Aku ingin memetik bunga matahari untukmu dan menetesinya dengan sebutir jantungku
Pun kukecup lambungmu, tak jua terjaga kau! Ah



Tambolaka, 24 November 2013

Hujan dan Rindu

Aku mencintai hujan, seperti mencintaimu
Kau ingat waktu gerimis datang di tepi malam
Lalu kita menulis cerita tentang persahabatan.
Kau bilang "Aku ingin lelap di bahu persahabatan kita"
Lalu kujawab "Lelaplah di hatiku, dan jangan pernah pergi".
Pula kau menatapku di gemuruh hujan, katamu "Hujan ini merekam cakap kita".
Lalu kusahut "Ya...aku mencintai hujan, dia seperti setiap utas benang di tenunan persahabatan kita".


Dan kau meneguk sebutir hujan, pun kau ulurkan segenggam untukku.




Tambolaka 24 Januari 2014

Petang dan Luka

..dan mata pisau yang selalu kau sayatkan di hati mereka
akan memberimu luka ajaib yang sempurna
pun anak panah yang kau sematkan di hening jiwa mereka
menari merasukimu
hingga kau terkapar kecanduan



Tambolaka, 1 Maret 2014

Pengakuan Maria Zaitun

(Nanti 12 April )

Maria Zaitun namaku.
Pelacur yang sengsara.
Kurang cantik dan agak tua.
Hari ini aku telah membantu menyalibkan seorang yang tidak berdosa.
Kau tahu, aku tidak berniat jahat...



Waingapu, 9 April 2014


Meminjam tokoh Maria Zaitun-nya W.S Rendra

Tersesat

.....aku tersesat di jalanku sendiri.
Dulu kau pernah datang dalam kesunyian itu
Menabur bintang di keheningan senja dan kau lihat di punggungku sepasang sayap mengepak.

Kau menjelma sebaris kata yang tak pernah terucap
Kau menjelma sepotong kertas bertinta jejak
...aku tersesat di jalanku sendiri. Aku pernah punya sayap

Aku pernah merindu melompati pucuk-pucuk bambu di belakang sungai di ujung desa kita.

....aku tersesat di jalanku sendiri.



Surabaya, 16 Pebruari 2015

Candu

 ....aku ini candu aku ini santa yang kau puja bahkan dalam dendammu.




Surabaya, Mei 2015

Bu Yayuk, Ibu Kost Hebat

Senang sekali mendapat inspirasi dari Ibu Yayuk, Ibu saya di Surabaya. Beliau berusia 70 tahun, pianis, gitaris, pelukis. Beliau memintaku untuk mendowloadkan lagu Aku Melangkah Lagi. Lagu ini akan dinyayikan bersama komunitas Ibu-ibu berusia70-80 tahun untuk sebuah pertemuan nasional Bulan April. Aha... beliau juga perempuan mandiri. Menyetir sendiri, mencuci mobil sendiri.. ah keren!